Ngeri…! Pemilik Bengkel Nyaris Tewas Usai Diculik dan Dianiaya Belasan Anggota BD Sabu di Bantaran Rel KA Tembung

EKSISNEWS.COM, Medan – Pemilik bengkel sepeda motor, Gilang Ramadhan (26) warga Asmil Yonif 122/TS Desa Marihat Baris, Kacamatan Siantar yang saat ini berdomisili di Pasar 7 Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, nyaris meregang nyawa di perlintasan Kereta Api Pasar 7 Desa Bandar Klippa setelah dirinya dijemput paksa oleh belasan orang diduga suruhan seorang bandar sabu berinisial dengan sebutan sehari hari Wak B.

Gilang yang kesehariannya membuka usaha bengkel sepeda motor di Jalan Pasar 5 Beringin, Desa Tembung, kepada wartawan mengatakan, dirinya diculik lalu dianiaya hingga nyaris tewas karena dianggap sebagai kibus.

“Senin (22/1/2024) pagi sekira pukul 09.00 WIB, saat aku mau buka bengkel sebanyak 15 orang ada yang membawa benda diduga mirip seperti senjata api (Soft Gun), kelewang dan juga benda tumpul menjemput dan membawa paksa saya dari bengkel menuju perlintasan KA di Pasar 7 Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan,” ujar Gilang.

Dikatakan Gilang, dirinya dijemput oleh orang diduga suruhan seorang yang diduga bandar sabu (Wak B), setiba di perlintas Kereta Api Pasar 7 Bandar Klippa, belasan orang tersebut langsung memegang tangan dan kaki korban bakan korban di tidurkan di bantaran perlintasan KA.

“Dengan kondisi tubuh telentang dan tangan serta kaki dipegangi, sejumlah pelaku memukuli tubuh dan wajah saya, juga ada yang menodongkan benda mirip senjata api (Soft Gun) dan senjata tajam sambil bertetiak bunuh, matikan,” sebut Gilang sembari menunjukkan bibirnya yang bengkak, hidung dan dagu serta kepala bagian belakang berdarah lantaran pukulan benda tumpul seperti kayu dan batu oleh para pelaku.

“Syukur Alhamdulillah bang, saya masih hidup karena dilepaskan para pelaku termasuk Wak B yang belakangan ikut menganiaya saya setelah keluarga saya ada yang menelpon salah satu dari pelaku.

Saya nyaris diikat di bantaran rel kereta api itu agar saya ditabrak Kereta Api yang melintas. Anehnya, masyarakat sekitar yang melihat perbuatan para pelaku diam saja dan tidak ada yang menolong saya,” sambung Gilang.

Atas kejadian itu korban langsung membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan dengan Laporan Polisi Nomor : LP/138/I/2024/SPKT PERCUT Tanggal 22 Januari 2024.

Ia berharap para pelaku yang menganiaya dirinya segera ditangkap.

“Saya berharap, para pelaku ditangkap dan diberikan sangsi hukuman sesuai perbuatannya. Karena, cara mereka memperlakukan saya seperti layaknya bukan manusia. Bahkan, saat para pelaku membawa saya dari usaha bengkel dilihat anak dan istri saya,” terang korban. (ENC-Fr)

Comments are closed.