oleh

Pil KB Untuk Ibu Menyusui Pilihan Terbaik Dan Mampu Cegah Stunting

-KESEHATAN-16 views

EKSISNEWS COM, Binjai – Plt. Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Dra Rabiatun Adawiyah MPHR, menyatakan bahwa pil KB untuk menyusui merupakan pilihan KB terbaik bagi kaum ibu pasca melahirkan dan bahkan  ini juga dinyatakan mampu mencegah stunting pada anak.

Disebutkan, program pil KB untuk ibu menyusui ini di Sumatera Utara sudah berjalan pada tahun 2021 namun di tahun 2022 KB jenis ini akan lebih digalakkan lagi, sekaligus sebagai upaya menekan angka putus pakai obat/cara KB (dropout) yang masih tinggi di Sumatera Utara.

“Pil KB untuk ibu menyusui ini sebenarnya sudah dimulai di tahun 2021 dan akan kita gebyarkan lagi di tahun 2022 ini,” ujar Rabiatun kepada wartawan usai mengikuti rangkaian kegiatan peluncuran pil KB bagi ibu menyusui untuk mendukung ASI eksklusif guna mencegah stunting yang peluncurannya dipusatkan di Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa timur  secara video converence di Kantor DPPKB  Kota Binjai, Rabu (19/1).

Rabiatun Adawiyah juga mengatakan sebagai bentuk dukungan atas program ini pihaknya akan mengusahakan dapat memenuhi kebutuhan pil KB menyusui  yang diminta oleh daerah. Selain itu juga pihaknya  berencana akan mensinergikan dengan Program KB Pasca Persalinan (KBPP).

“Jika mereka selesai melahirkan di RS atau di faskes-faskes maka akan dibekali dengan pil khusus ibu menyusui kalau memang pilihan mereka tidak kepada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP),” tegasnya.

Ditambahkan, Program pil KB bagi ibu menyusui ini sebutnya sangat diminati oleh masyarakat dan dibuktikan dengan akseptor yang berinteraksi langsung dengan kepala BKKBN Pusat pada peluncuran itu dimana para akseptor mengaku telah merasakan manfaat KB bagi ibu menyusui. Selain dapat memperlancar ASI juga haid tepat waktu juga dirasakan oleh akseptor.

“Mereka selama ini tidak mengetahui manfaat penggunaan pil itu, dimana selama ini mereka berfikir jika menggunakan pil maka air susunya akan terganggu padahal ternyata setelah mendapat informasi yang benar artinya mereka tidak ada halangan menggunakan pil KB karena air susunya dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya lagi.

Terkait sasaran dan target, bener Rabiatun, pihaknya masih menyusun hal-hal penting untuk target di 2022 ini tetapi setidaknya katanya pihaknya akan berupaya pengguna  alat kontrasepsi untuk pengguna pil akan  lebih banyak.

Bagi masyarakat yang ingin memperoleh pil KB bagi ibu menyusui dapat ditemui di semua fasilitas kesehatan atau faskes-faskes dan yang paling penting , pil KB ini gratis.

“Harapan kami khususnya BKKBN dimana program ini bersinergi dengan program penurunan angka stunting.  Ketika pil ini sudah dikonsumsi secara rutin oleh para ibu-ibu yang baru melahirkan khususnya ini akan berdampak luas pada penurunan stunting di Sumut,” Rabiatun.

Sementara, Ketua TP PKK Kota Binjai, Dra. Hj. Nurhayati Amir Hamzah yang juga hadir pada kegiatan itu mengatakan pihaknya sangat mensupport penuh program pil KB bagi ibu menyusui ini. Apalagi sebutnya kader-kader PKK saat ini banyak juga yang baru melahirkan. Sehingga Himbaunya agar kaum ibu yang sedang menyusui segera menggunakan pil KB bagi ibu menyusui ini yang gunanya juga untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan.

“Bagi kaum ibu yang melahirkan dan apalagi sudah  nifas sebaiknya secepatnya dipakai untuk mencegah kelahiran yang tidak diinginkan, dua anak saja sudah cukup,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Binjai, Drs.Afwan, Apt. MM mengatakan, pihaknya yang merupakan  ujung tombak di kabupaten kota artinya dengan adanya pil untuk ibu menyusui ini menambah pilihan KB bagi akseptor. Binjai sebutnya saat ini  sudah 72 persen peserta KB nya jadi dengan adanya pil ini nantinya bisa  menambah persentase peserta KB di kota Binjai.

“Selama ini penggunaan pil ini dinilai negatif  di masyarakat misalnya dapat membuat kegemukan, air susu tidak  lancar, haid terganggu jadi dengan adanya ini mungkin dengan petugas petugas lapangan kita nanti mensosialisasikan ini, ini bisa menjadi pilihan yang lebih aman  bagi peserta akseptor dan bisa menambah peserta KB,” jelasnya.

Terkait angka stunting di Binjai dibandingkan angka Sumut masih terbilang rendah. Yaitu Sumut sekitar 25,8 persen sedangkan Binjai 21,7 persen. “Kita lebih rendah dari Provinsi dan juga dibawah rata-rata Nasional. Artinya dengan adanya ini bisa meningkatkan pendapatan keluarga sehingga dapat meningkatkan gizi masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, kegiatan akbar tersebut digelar di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Rabu (19/1) pukul 08.00 WIB.

Pada kesempatan yang digelar secara daring itu juga  dilakukan temu wicara ibu pasca salin dan menyusui dengan Kepala BKKBN RI melalui video converence (Vidcon) yang diikuti peserta dari 3 Provinsi seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

Sehingga terjadi tanya jawab antara ibu pasca bersalin dan menyusui dengan kepala BKKBN RI membahas seputar peluncuran pil KB bagi ibu menyusui dalam mendukung ASI eksklusif guna mencegah stunting.

Hal tersebut dilakukan dalam meningkatkan cakupan pemakaian kontrasepsi pasca persalinan pada ibu menyusui.

Serta agar para pasangan usia subur (PUS), wanita usia subur (WUS) serta masyarakat luas mendapatkan informasi ketersediaan pil KB progestin bagi ibu menyusui dalam mendukung ASI eksklusif guna mencegah stunting.

Tujuanya untuk membangun pemahaman dan komitmen bersama tentang pentingnya pemakaian kontrasepsi pil KB bagi ibu menyusui dalam mendukung ASI eksklusif guna mencegah stunting.

Seperti yang disampaikan Vera, warga Kota Binjai yang mengaku baru melahirkan pada 3 bulan yang lalu dan belum menggunakan pil KB.

Sehingga Ia mempertanyakan apakah pil KB cocok digunakan selesai melahirkan  dan apakah bisa menghambat produksi ASI nanti.

Pertanyaan tersebut langsung jawab Kepala BKKBN RI Dr.(HC) dr Hasto Wardoyo Sp.OG (K) mengaku bahwa pil KB sangat baik digunakan oleh ibu dan tidak menghambat ASI.

“Pil KB yang hanya mengandung satu hormon namanya estrogen itu tidak menghambat ASI bahkan mendukung untuk pemberian ASI,” ujarnya. (ENC-Wyu)

Komentar

Baca Juga