Sandiaga Uno Soroti Fenomena WNI Berobat ke Luar Negeri, Medical Tourism Jadi Peluang Ekonomi Baru

EKSISNEWS.COM, Jakarta — Fenomena masyarakat Indonesia yang memilih mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Sandi Connect #11, kolaborasi OK OCE Indonesia dan Apollo Hospitals Hub Indonesia.

Dengan narasumber dari Apollo Hub Indonesia yaitu Ribkah Darmawanti sebagai Direktur dan Sherena A Maharayni selaku business development manager.

Dalam diskusi tersebut, Sandiaga Salahuddin Uno, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI periode 2020–2024 sekaligus Ketua Umum Indonesia Health Tourism Society (IHTS), menyoroti besarnya potensi medical tourism serta pentingnya membangun ekosistem kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Medical tourism bukan sekadar perjalanan orang sakit, tetapi sebuah ekosistem ekonomi luas yang melibatkan teknologi, hospitality, hingga peluang bisnis kreatif bagi bangsa kita,” katanya.

Diskusi ini membahas pertanyaan penting: apa sebenarnya yang dicari pasien Indonesia ketika memilih berobat ke luar negeri?

Dalam materi Sandi Connect disebutkan bahwa hampir 2 juta WNI melakukan perjalanan ke luar negeri untuk berobat setiap tahunnya.

Fenomena tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan biaya, tetapi juga dipengaruhi oleh kebutuhan terhadap dokter spesialis tertentu, second opinion, teknologi medis, pengalaman rumah sakit, hingga layanan yang terintegrasi.

Dalam kesempatan yang sama, Apollo Hospitals Hub Indonesia memperkenalkan kapabilitas Apollo Hospitals India sebagai salah satu jaringan rumah sakit yang melayani pasien internasional.

Beberapa teknologi dan layanan yang menjadi keunggulan Apollo Hospitals antara lain: Liver, Kidney, Heart, Bone Marrow & Multi-Organ Transplant, Robotic Surgery, Proton Therapy, ZAP-X untuk tumor otak, CyberKnife Radiosurgery, Digital PET CT, Advanced MRI & CT Technology, Apollo Hospitals juga memiliki layanan International Patient yang membantu pasien sejak tahap pengiriman rekam medis, konsultasi dengan dokter spesialis, second opinion, hingga pendampingan proses medical visa dan keberangkatan ke India.

Bukan Sekadar Berobat ke Luar Negeri Fenomena medical tourism juga membuka diskusi yang lebih luas mengenai hubungan antara kesehatan, teknologi, pariwisata, hospitality, dan ekonomi kreatif.

Bagi Indonesia, meningkatnya masyarakat yang mencari layanan kesehatan di luar negeri dapat menjadi tantangan sekaligus peluang untuk membangun kolaborasi lintas negara dan meningkatkan kualitas ekosistem kesehatan nasional.

Bagi daerah seperti Sumatera Utara dan Kota Medan, isu ini juga memiliki relevansi strategis mengingat Medan memiliki posisi geografis yang dekat dengan berbagai negara tujuan medical tourism serta telah memiliki ekosistem yang berkaitan dengan wisata medis.

Melalui Apollo Hospitals Hub Indonesia, kolaborasi antara institusi kesehatan Indonesia dan India juga dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk patient referral, tetapi juga melalui akses teknologi kesehatan, medical expertise, edukasi, dan pengembangan ekosistem kesehatan.

Topik yang dapat dikembangkan media: Mengapa hampir 2 juta WNI memilih berobat ke luar negeri? Apa yang sebenarnya dicari pasien Indonesia? Medical tourism: ancaman atau peluang bagi industri, kesehatan Indonesia? (paling menarik), Bagaimana peluang Medan dan Sumatera Utara dalam ekosistem medical tourism?  Peran teknologi dan second opinion dalam keputusan pasien.(ENC-2)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.