Wajah Baru di Desa Pasar Rawa Gebang, ​Dua Hari Jelang Penutupan TMMD ke-128 Semua ‘Bersolek’

EKSISNEWS.COM, Langkat – Wajah Baru di Desa Pasar Rawa Gebang,
​dua Hari menjelang penutupan kegiatan TMMD ke-128 di Langkat, seluruh sasaran fisik dan non-fisik rampung seratus persen. Dari jembatan yang bersolek hingga parit yang dikeruk, seisi desa bersiap bersolek baru.

Bau cat yang menyengat berebut tempat dengan aroma lumpur kering di Dusun Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat. Di sana, pada medio Mei 2026, beberapa personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tampak tekun menggoreskan kuas.

Di bawah panggang terik matahari, mereka sedang sibuk memberikan sentuhan akhir.​Objeknya adalah seonggok beton baru: jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 4 meter. Bagi orang kota, jembatan ini mungkin mini. Namun bagi petani sawit dan warga antar-dusun di Pasar Rawa, bentangan semen ini adalah penyambung napas ekonomi yang bertahun-tahun mereka mimpikan.

​Setelah berminggu-minggu dihajar target fisik dan adukan semen, struktur utama jembatan sebenarnya sudah tuntas seratus persen. Dua hari terakhir, giliran urusan estetika yang disentuh.
Beberapa warga yang melintas berseloroh, jembatan itu kini tampak kinclong “bak gadis yang baru selesai mandi”—bersih, segar, dan sedap dipandang mata.

​”Ini bukan sekadar biar kelihatan rapi,” kata salah satu bintara di lapangan, sambil menyeka keringat yang meleleh di dahi. Pengecatan ini adalah lapisan proteksi sekaligus penanda psikologis bagi warga: bahwa jalur darurat yang dulu compang-camping, kini telah bertransformasi menjadi akses yang bermartabat.

#​Menyisir Sisa Sumbatan$

​Kesibukan di Pasar Rawa tak berhenti di atas jembatan. Beberapa ratus meter dari sana, ritme kerja pasukan justru bergeser masuk ke jantung pemukiman warga. Target utama fisik di atas kertas—termasuk pembangunan gorong-gorong—memang sudah genap seratus persen, namun para prajurit memilih tidak langsung melipat terpal.

​Mengenakan seragam yang mulai bercak lumpur kering, para personel Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu menyisir parit-parit di depan rumah-rumah penduduk. Berbekal sekop dan cangkul, mereka mengeruk sedimentasi lumpur hitam dan mengangkat sisa sampah yang berpotensi menyumbat aliran.

​Langkah taktis ini diambil demi memastikan satu hal: seluruh urat nadi pembuangan air di desa tersebut terintegrasi sempurna dengan infrastruktur baru yang telah dibangun. Tanpa ada sumbatan di parit warga, risiko air meluap ke bahu jalan saat hujan lebat kini bisa ditekan seminimal mungkin.

​Kemanunggalan di Batas Target
​Proyek ini adalah potret dari kerja spartan. Sejak awal bergulir, jam kerja dirobohkan. Prajurit TNI, personel Polri, dan penduduk kampung melebur tanpa sekat waktu. Mereka sadar, makin cepat jembatan kokoh dan drainase lancar, makin cepat pula ongkos angkut hasil bumi bisa dipangkas dan ancaman banjir disudahi.

​Ketika program TMMD ke-128 resmi ditutup dalam hitungan hari, para prajurit akan kembali ke barak. Namun di Pasar Rawa, mereka meninggalkan jejak yang konkret: wajah baru desa yang bersih, infrastruktur yang kuat, dan sebuah jembatan bersolek rapi yang siap menanggung beban hilir-mudik kendaraan, membawa asa baru bagi kesejahteraan warga setempat.(ENC-1)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.