Laporan Reses Dapil 2 : Limbah Perusahaan Sangat Mengkhawatirkan
MEDAN, Eksisnews.com – Dalam rapat paripurna laporan reses ke I DPRD Kota Medan, Senin (6/1/2020) terutama dari daerah pemilihan (dapil) 2 (dua) mengungkapkan tentang persoalan limbah perusahaan yang sudah sangat mengkhawatirkan sampai saat ini.
“Dari laporan reses ini, kami harap masalah limbah mendapat perhatian, karena sangat mengkhawatirkan,” kata Margaret MS saat membacakan laporan dari Dapil 2 dihadapan Plt Walikota Medan Akhyar Nasution, Sekda Wirya Alrahman dan Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE bersama wakil Ikhwan Ritonga, Rajuddin Sagala serta HT Bahrumsyah.
Politisi PDI Perjuangan ini menekankan pada daerah di seputaran sungai Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan yang turut menerima masalah dari limbah perusahaan itu.
Tidak hanya itu, disampaikan Margaret, pembuangan limbah dari PT KIM yang air limbahnya berdampak pada masyarakat Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan juga perlu mendapat perhatian.
Apa pasal, ungkapnya, limbah dari PT KIM diketahui telah menyebabkan aliran airnya sangat kotor dan selalu mengeluarkan aroma busuk.
“Tentunya ini berdampak negatif terhadap Tambak di Kelurahan Sei Mati yang menyebabkan masyarakat selalu gagal panen,” sebutnya.
Untuk itulah, jelasnya, terhadap aspirasi yang berkembang dari hasil reses ini, kiranya Pemko Medan dapat terus memberikan prioritas utama dalam pengalokasian anggaran bantuan bagi pembangunan fasilitas-fasilitas publik yang dapat dirasakan langsung dan mampu meningkatkan kesejehtaraan masyarakat.
Adapun, anggota DPRD Kota Medan yang tergabung di dapil 2 masing-masing,
HT Bahrumsyah, Mulia Asri Rambe, Abdul Rani, Surianto, Aulia Rahman, Abdul Latief Lubis, Sudari, Margaret MS, Janses Simbolon, Abrar Mustafa Tarigan, T Erdinsyah Rendy.
Pada kesempatan itu, Margaret turut menyampaikan dalam laporan resesnya agar Pemko Medan mendata ulang bagi penerima bantuan KIS dan PKH agar seluruh masyarakat di dapil 2 dapat terdata dengan baik dan benar.(ENC-2).
Comments are closed.