oleh

Jakarta Dilanda Banjir Bukan Kisah Baru

-Nasional-9 views

JAKARTA, Eksisnews.com – Banjir menjadi isu nasional yang sekarang tengah viral, mulai dari mobil mewah tenggelam dan isu yang lain juga nyaris tenggelam.

Banjir Jakarta bukan kisah baru, mulai dari zaman Belanda hinggah Indonesia merdeka, dan beberapa rezim yang berkuasa,bagi masyarakat Jakarta yang terdampak banjir terasa seperti kiamat, namun segelintir individu merasa nikmat karna menjadi judul anggaran baru, selain itu ada yang membangun sentimen di tengah isu banjir yang sedang gurih untuk digoreng.

Pertanyaannya, apa ada yang memberi solusi? Jawabannya ada, solusi sementara, kemudian kambuh lagi.

Jika kita mau jujur menuntaskan banjir Jakarta pasti ada solusinya, karena di planet ini bukan hanya Jakarta yang pernah terkena musibah banjir, banyak negara yang kotanya mengalami hal serupa, misalkan saja Cairo (Mesir), Pakistan, Cina, Jepang, dll. Pertanyaan kedua, solusi apa yang mereka ambil? Umumnya membangun bendungan raksasa, sekaligus menghasilkan energi.

Pertanyaan ketiga, apakah pemerintah DKI mampu menangani banjir Jakarta sendiri? Jawaban tidak karena banjir Jakarta harus diselesaikan dengan cara komprehensif dan pemerintah pusat harus menjadi pilot pengendali langsung, sebab penanganannya melibatkan 3 provinsi selain Jakarta mulai dari Jawa Barat dengan sungai Ciliwung dan bendungan Katulampanya sebagai entrance of water , begitu juga Banten, provinsi yang bersentuhan langsung dengan Jakarta mulai daratan dan batas lautnya.

Perlu diperhatikan, dari sisi geografi sebagian wilayah Jakarta ada yang di bawah titik permukaan laut, artinya Jakarta tidak bisa berharap banyak dengan teori gagal yang dilakukan sekarang ,untuk mengalihkan banjir ke laut Pemda DKI membangun kanalisasi dengan biaya tak sedikit,bisa dikatakan gagal, buktinya banjir berulang-ulang, maka perlu area resapan selain bendungan raksasa dengan memakai wilayah banten karena kondisi Jakarta yang tidak mencukupi space buat dijadikan resapan .

Sadar mitigasi juga tak bisa dikesampingkan perlu adanya penegasan khususnya menindak semua bangunan di sepanjang aliran sungai Ciliwung dan aliran lainnya yang berdampak terhadap potensi banjir Jakarta.

Penutup, jika ada yang berteori bahwa banjir Jakarta adalah fenomena alam dan siklus banjir lima tahunan maka tak lebih dari alasan klasik menutupi kegagalannya, memfitnah alam sebagai akar masalah adalah salah besar. Sebaliknya jika curah hujan kita kelola dengan benar maka tidak menutup kemungkinan bisa membawa barokah, bukan sebaliknya bala, karena secara filosofis bahwa air di bumi ini tidak bertambah dan berkurang sementara air hujan adalah proses kondensasi uap air yang bersumber dari bumi juga, hanya saja saat hujan turun kita tidak mempersiapkannya dengan benar. (ENC-Inlh)

Komentar

Baca Juga