oleh

Turut Bantu Bunuh Hakim Jamaluddin, Akhirya Divonis Seumur Hidup dan 20 Tahun Bui  

-HUKRIM-27 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan vonis mati kepada Zuraida, istri dan juga pembunuh hakim pengadilan negeri Medan, Jamaluddin, Rabu (1/7/2020). Selain itu, hakim juga memvonis rekan Zuraida membunuh, Jefri Pratama (42) hukuman seumur hidup dan Reza Fahlevi (28) hukuman 20 tahun bui.

“Menjatuhkan terhadap terdakwa M. Jefri Pratama oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup,”ujar Ketua Majelis Hakim PN Medan, Erintuah Damanik.

Dalam amar putusan hakim menjelaskan Jefri Pratama telah terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama sama sebagai didakwakan primer yakni pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) dan ke 2 KUHPidana.

Hukuman yang diterima Jefri sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Menyikapi itu baik terdakwa dan JPU menyatakan pikir-pikir.

Sementara terdakwa Reza Favlevi mendapat hukuman lebih ringan dari tuntutan JPU yang memintanya dihukum seumur hidup. Dia hanya dihukum 20 tahun penjara.“M.Reza Fahlevi secara sah bersama melakukan tindak pembunuhan secara bersama sama berencana yang dilakukan  bersama sama seperti yang didakwakan  primer pnuntut umum. Menjatuhkan pidana kepada Reza Pahlevi oleh karena itu dengan pidana penjara selama 20 tahun,” ujar Erituah.

Menyikapi keputusan itu, Reza dan JPU menyatakan pikir-pikir untuk banding.

Sebelumnya dalam dakwaan yang dibacakan JPU Nurhayati, istri Jamaluddin yakni Zuraida Hanum sebagai otak  pembunuhan. Dia membunuh suaminya dengan cara mengajak selingkuhannya Jefri Sahputra. Selanjutnya Jefri mengajak adiknya Reza Fahlevi untuk ikut dalam rencana pembunuhan.

Zuraida melakukan aksi kejinya, lantaran sakit hati sering disakiti dan dikhianati Jamaluddin,   selama menjalin biduk rumah tangga. “Ketidakharmonisan hubungan rumah tangga tersebut juga diceritakan terdakwa pada saksi Liber Junianto (supir) dimana terdakwa mengatakan sudah lama memiliki niat untuk menghabisi korban karena kelakuan korban,” ujar Nurhayati.

Perkenalan Jefri dengan Zuraida sendiri terjadi pada tahun 2018, mereka bertemu lantaran anak mereka sekolah di tempat yang sama. Karena pertemuan  itu Zuraida dan Jefri saling suka. Kemudiaa pada November 2019 terdakwa curhat kepada  Jefridi Warung  Everyday Cafe di Jalan Ringroad Medan.

Saat itu Zuraida menceritakan kehidupan rumah tangganya dengan Jamaluddin.  Zuaraida merasa tidak sanggup menjalani hidup dengan suaminya.”Lalu saksi Jefri menjawab ” Ngapain kau yang mati. Dia yang bejat. Kok  kau yang  mati. Dia  lah  yang harus mati.  Kemudian terdakwa Zuraida mengatakan kepada saksi “Iya Memang saya sudah tidak  sanggup, kalau  bukan aku  yang  mati, dia  yang harus mati” ujar Jaksa membacakan dialog keduanya.

Kemudian, Jefri mengajak adiknya Reza Fahlevi  mengikuti rencana Zuraida. Ketiganya lalu menghabisi Jamaluddin, dengan cara membekap mulut korban saat masih tertidur di rumahnya di Jalan Aswad, Perumahan Royal Monaco, Jum’at (29/11).

Usai membunuh korban, Jefri dan Reza  membawa jenazahnya ke Dusun II Namo Rindang, Desa Sukadame, Kecamatan  Kutalimbaru, Deliserdang, dengan mengendarai mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK77HD warna hitam.(ENC- NZ)

Komentar

Baca Juga