oleh

Zuraida Istri Pembunuh Hakim Jamaluddin Divonis Mati

-HUKRIM-1 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Zuraida Hanum (41) istri dan juga pembunuh hakim Pengadilan Negari Medan Jamaluddin  divonis hukuman mati, Rabu (1/7/2020). Dia terbukti berencana menghabisi nyawa suaminya bersama selingkuhanya Jefri Pratama (42) yang dibantu adiknya Reza Fahlevi.

“Mengadili satu menyatakan terdakwa Zuraida Hanum terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana berencana yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dalam  dakwaan primer penuntum umum. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Zuraida Hanum oleh karena itu dengan pidana mati,” ujar Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik di PN Medan.

Dalam amar putusanya, hakim menyebut terdakwa telah melakukan pidana pembunuhan berencana secara bersama- sama sesuai dengan pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) dan ke 2 KUHPidana. Hukuman yang diberikan hakim sendiri jauh lebih dari tuntutun Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta terdakwa dihukum penjara seumur hidup. Menyikapi keputusan itu baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir pikir.

“Menghargai putusan hakim, (kami)  akan konsultasi ke masing-masing terdakwa,” ujar Kuasa Hukum Zuraida, Onan Purba kepada wartawan.

Sebelumnya dalam dakwaan yang dibacakan JPU Nurhayati, istri Jamaluddin yakni Zuraida Hanum sebagai otak  pembunuhan. Dia membunuh suaminya dengan cara mengajak selingkuhannya Jefri Sahputra. Selanjutnya Jefri mengajak adiknya Reza Fahlevi untuk ikut dalam rencana pembunuhan.

Zuraida melakukan aksi kejinya, lantaran sakit hati sering disakiti dan dikhianati Jamaluddin,   selama menjalin biduk rumah tangga. “Ketidakharmonisan hubungan rumah tangga tersebut juga diceritakan terdakwa pada saksi Liber Junianto (supir) dimana terdakwa mengatakan sudah lama memiliki niat untuk menghabisi korban karena kelakuan korban,” ujar Nurhayati.

Perkenalan Jefri dengan Zuraida sendiri terjadi pada tahun 2018, mereka bertemu lantaran anak mereka sekolah di tempat yang sama. Karena pertemuan  itu Zuraida dan Jefri saling suka. Kemudiaa pada November 2019 terdakwa curhat kepada  Jefridi Warung  Everyday Cafe di Jalan Ringroad Medan.

Saat itu Zuraida menceritakan kehidupan rumah tangganya dengan Jamaluddin.  Zuaraida merasa tidak sanggup menjalani hidup dengan suaminya.

“Lalu saksi Jefri menjawab ” Ngapain kau yang mati. Dia yang bejat. Kok  kau yang  mati. Dia  lah  yang harus mati.  Kemudian terdakwa Zuraida mengatakan kepada saksi “Iya Memang saya sudah tidak  sanggup, kalau  bukan aku  yang  mati, dia  yang harus mati” ujar Jaksa membacakan dialog keduanya.

Kemudian, Jefri mengajak adiknya Reza Fahlevi  mengikuti rencana Zuraida. Ketiganya lalu menghabisi Jamaluddin, dengan cara membekap mulut korban saat masih tertidur di rumahnya di Jalan Aswad, Perumahan Royal Monaco, Jum’at (29/11)

Usai membunuh korban, Jefri dan Reza  membawa jenazahnya ke Dusun II Namo Rindang, Desa Sukadame, Kecamatan  Kutalimbaru, Deliserdang, dengan mengendarai mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK77HD warna hitam.(ENC-NZ)

Komentar

Baca Juga