oleh

Judi Online di Green Hill, Krimum Poldasu Jadi Saksi di PN Medan

-HUKRIM-8 views

EKSISNEWS.COM, Medan – Perkara judi online dengan terdakwa Edy Suwanto Sukandi alias Ko Ahuat Tango beragendakan mendengarkan keterangan dari dua Personil Krimum Poldasu yakni P Simarmata dan Ariadi, Rabu (25/8/2021).

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Safril P Batubara, kedua saksi menyebutkan, terkuaknya perkara judi online di Villa Green Hill, Sibolangit pada saat menerima informasi ada salah satu pelaku pembunuhan atas nama Jefri Wijaya alias Asiong berada dilokasi pada 20 September 2020.

“Saat mau menangkap Handi alias Ahan sempat kabur dari dalam kamar hotel,” kata P Simarmata dan Ariadi kedua Personil Krimum Poldasu sembari mengatakan setelah kabur di dalam kamar ada tiga orang yakni Nurul Binti Harun Sulaiman, Reza Santoso Parlindungan dan Muhammad Dandi Saputra alias Dando Bin Samsul Akmar.

Persidangan yang digelar di ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan ini, Ketua Majelis Hakim Safril Batubara sempat bertanya kepada saksi dari mana keterkaitan ini dengan Edy Suwanto Sukandi alias Ko Ahuat Tango?. Menjawab itu kedua saksi pun menjelaskan bahwa ini merupakan pengakuan Nurul, Dandi dan Reza saat diintograsi bahwa mereka anggota dari Handi alias Ahan yang merupakan supervisor, dimana masih dalam penuturan ketiganya bahwa Ko Ahuat bandar judi melalui link : hokigile.kompashoki.com.

Kedua saksi juga mengungkapkan, selain peralatan komputer dan handphone ada juga buku tabungan.

Setelah kedua saksi memberikan keterangan, Ketua Majelis Hakim Safril menanyakan kepada Handi apakah benar keterangan dari kedua saksi?. Terdakwa Handi sempat tercetus bahwa penangkapannya lantaran perkara pembunuhan, mendengar jawaban itu Safril pun sempat menegur ini bukan perkara pembunuhan tapi masalah judi.

“Kamu disidangkan sekarang ini bukan perkara pembunuhan itu sudah berlalu, sekarang perkara judi online,” ucap Sapril.

Suasana ruang sidang sempat terdiam, lalu Handi mengatakan saat penangkapan dirinya bahwa tidak ada operasional, hal yang sama diungkap Ko Ahuat bahwa seharusnya tidak ada kegiatan. Namun keterangan terdakwa disanggah kedua saksi. Sementara ketiga terdakwa lainnya tidak memberikan memberikan tanggapan.

Setelah mendengarkan keterangan kedua saksi, Majelis Hakim menunda persidangan hingga pekan depan.

Sementara diluar persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ninik yang dikonfirmasi sekaitan status Ko Ahuat apakah ditahan atau tidak dalam perkara judi online.

Ninik menjawab bahwa ini terkait perkara sebelumnya, karena pengungkapan ini sama dengan perkara sebelumnya yakni perkara penculikan yang mengakibatkan korban tewas.(ENC-NZ)

Komentar

Baca Juga