oleh

Polsek Percut Sei Tuan Rekonstruksi Tewasnya Taufik Hidayat

EKSISNEWS.COM, Percut Sei Tuan –
Polsek Percut  Sei Tuan menggelar rekonstruksi kasus kematian Taufik Hidayat (34), seorang ASN Kejaksaan yang bertugas di Kejari Labuhanbatu, di kawasan kandang lembu di Jalan Terusan Gang M.Yusuf, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan pada 22 September 2020 malam lalu.

Rekonstruksi yang digelar pada Sabtu (16/01/2021) tersebut dilalukan untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP) untuk dikirim kejaksaan untuk disidang di pengadilan. Adegan peradegan diperagakan oleh tersangka S dan para saksi dilokasi tewasnya Taufik Hidayat. Sementara korban diperagakan oleh oknum Polsek Percut Sei Tuan.

Pantauan eksisnews.com, dalam adegan peradegan, korban pada saat kejadian yang melintas di jalan Terusan sebelah kandang lembu, dengan keadaan sempoyongan terjatuh di parit. Kemudiam korban ditolong warga, dan didudukkan di jalan.

Kemudian korban berdiri dan mengamuk dan mencoba memukul warga sehingga terjadi penganiayaan yang dilakukan warga sehingga membuat korban meninggal dunia.

Kepala Desa Bandar Setia Sugiato yang juga sebagai saksi dalam kasus tersebut juga ikut memerankan adegan dalam rekonstruksi tersebut.
Dalam adegan terssbut, Sugianto datang melihat kondisi korban dan melihat KTP korban.

Mengetahui koran sudah tewas dalam adegan tersebut, Sugianto meminta warga untuk memanggil bilal  mayit, untuk membersihkan mayat korban yang masih berlumpur karena masuk ke parit dengan air, dan kemudian membungkus mayat korban untuk diserahkan ke keluarga korban.

Rekontruksi juga dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam, Cabang Labuhan Deli Pantun Simbolon.

Menurutnya, rekontruksi kasus tewasnya Taufik Hidayat tersebut adalah untuk kelengkapan berkas BAP polisi untuk dikirim ke jaksa, guna mengetahui keterangan saksi-saksi di TKP.

Secara pribadi menurut Pantun, kalau dilihat kondisi korban saat baru meninggal ada kecurigaan bahwa adegan beradegan dalam rekonstruksi tersebut tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

“Tetapi kami (jaksa) harus mengikuti fakta yang tertuang di dalam BAP. “Kalau nanti ada ketidaksamaan  keterangan saksi di BAP dengan keterangan saksi dilapangan, BAP akan kami kembalikan ke polisi untuk dilengkapi,” ujar Pantun Simbolon.

Sementara Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Ricky  Pripurna  Atmadja tidak terlihat hadir dalam rekontruksi tersebut.

Seperti diketahui, kuburan Taufik Hidayat sempat dibongkar untuk dilakukan otopsi terhadap mayat Taufik Hidayat yang telah dimakamkan satu hari pasca kejadian. Berdasarkan kesimpulan awal, dari hasil otopsi polisi menyimpulkan, meninggalnya korban karena penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh lumpur.Di wajah dan tubuh korban, juga banyak ditemukan luka lebam.

Polisi sampai saat ini belum bisa mengungkap motif dari tewas nya PNS Kejaksaan Negeri Labuhan Batu tersebut.

Seperti yang diberitakan eksisnews.com kematian Taufik Hidayat, seorang ASN Kejaksaan yang bertugas di Kejari Labuhanbatu, di Jalan Terusan Gang M.Yusuf, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan pada 22 September 2020 malam lalu akhirnya terungkap.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh Polsek Percut Sei Tuan, ternyata, korban bukan bunuh diri, lompat ke parit seperti yang dirilis sebelumya
oleh polisi, tetapi karena dianiaya oleh beberapa orang yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan ditemukan warga di dalam parit yang berdekatan dengan kandang lembu di kawasan itu. Polisi telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus tersebut.

Penyelidikan polisi dilakukan atas pengaduan keluarga korban di Polsek Percut Sei Tuan, yang merasa curiga atas kondisi mayat korban saat ditemukan. Wajah korban terlihat penuh luka lebam. Pasca pengaduan keluarga korban Polsek Percut Sei Tuan melakukan olah TKP dan kemudian terungkap bahwa kematian korban, disebabkan karena dibunuh.

Kamis (1/10/2020) Polsek Percut Sei Tuan melakukan pra rekonstruksi atas kejadian pembunuhan korban di TKP. Dalam pra rekonstruksi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Ricky Pripurna Atmaja, dari adegan per adegan terbukti adanya pemukulan dan penganiayaan yang dilakukan beberapa orang terhadap korban.

” Sebelumnya kita sudah melakukan penyelidikan dugaan hilangnya nyawa seseorang dan sudah kita tingkatkan ke tahap penyidikan. Dugaan adanya tidak pidana kekerasan mulai mendapat titik terang dari pra rekonstruksi ini. Saat ini kita sudah menetapkan satu orang tersangka yang sudah diamankan di Mako Polsek Percut Sei Tuan, ” jelasnya.

Kapolsek Ricky meminta kepada tersangka lain untuk menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan tegas dan terukur.

” Kita juga sudah mengantongi nama-nama tersangka lain, saya tegaskan agar secepatnya menyerahkan diri, karena kita akan melakukan tindakan tegas,” ucap AKP Ricky Pripurna.
(ENC-1)

Komentar

Baca Juga